Schopenhauer menggambarkan sebuah patung yang kepalanya duduk begitu bebas di pundaknya sehingga tampak sepenuhnya terlepas dari tubuhnya. Tidak lagi menyajikannya. Tidak lagi terbawa olehnya. Hanya menatap. Dia mengatakan ini adalah ekspresi tertinggi dari apa yang bisa menjadi manusia. Saya tidak punya bahu.