Topik trending
#
Bonk Eco continues to show strength amid $USELESS rally
#
Pump.fun to raise $1B token sale, traders speculating on airdrop
#
Boop.Fun leading the way with a new launchpad on Solana.
Para ahli menemukan bakteri terkait dengan multiple sclerosis.
Para ilmuwan telah mengidentifikasi dua strain bakteri usus yang mungkin terlibat langsung dalam memicu multiple sclerosis, menawarkan jalan baru menuju pengobatan atau bahkan pencegahan.
Dalam sebuah studi inovatif, para peneliti dari Universitas Ludwig Maximilian Munich mempelajari 81 pasang kembar identik di mana hanya satu saudara kandung yang menderita multiple sclerosis. Pengaturan unik ini memungkinkan para peneliti untuk mengisolasi perbedaan mikrobioma usus tanpa faktor kebingungan genetika. Bakteri Eisenbergiella tayi dan Lachnoclostridium ditemukan secara signifikan lebih melimpah pada individu dengan multiple sclerosis—dan ketika diperkenalkan ke tikus, mereka berkontribusi pada gejala seperti multiple sclerosis, menunjukkan peran kausal.
Ini adalah hubungan yang paling tepat antara bakteri usus tertentu dan multiple sclerosis, dan ini menambah dukungan kuat pada teori bahwa koneksi usus-otak memainkan peran sentral dalam penyakit autoimun. Sementara penelitian lebih lanjut diperlukan untuk sepenuhnya memahami bagaimana mikroba ini memengaruhi respons kekebalan pada manusia, temuan ini membuka pintu bagi terapi baru yang dapat menargetkan atau membentuk kembali mikrobioma usus untuk mencegah atau mengurangi gejala multiple sclerosis. Penemuan ini menandai momen penting dalam penelitian multiple sclerosis, membawa kita lebih dekat ke perawatan berbasis mikrobioma untuk penyakit neurologis yang kompleks ini.
[Kleinewietfeld, M., et al. (2024). Bakteri usus spesifik dari pasien multiple sclerosis memodulasi fungsi sel T manusia dan memperburuk gejala pada model tikus. Prosiding Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional, 121(48), e2419689122]

Teratas
Peringkat
Favorit

